Sudah saatnya kita mulai membicarakan masalah kesehatan mental di tempat kerja |  Berita Kesehatan
Health

Sudah saatnya kita mulai membicarakan masalah kesehatan mental di tempat kerja | Berita Kesehatan

Sebuah studi oleh Assocham menunjukkan bahwa hampir 43 persen karyawan di sektor swasta di India menderita masalah kesehatan mental di tempat kerja. Juga, laporan WHO pada 2017 menemukan bahwa 18 persen kasus depresi global berasal dari India.

Sementara masalah kesehatan mental di tempat kerja adalah kenyataan bagi sebagian besar perusahaan, stigma yang terkait dengan masalah kesehatan mental sering menghalangi orang untuk mencari bantuan. Stigma adalah hasil dari persepsi dan stereotip negatif dan mencerminkan kurangnya pemahaman tentang masalah kesehatan mental. Stigma eksternal seringkali melibatkan opini, penilaian, komentar, dan asumsi negatif yang dibuat oleh orang lain; stigma internal dapat terjadi ketika orang yang terkena penyakit mental menginternalisasi pesan-pesan negatif ini.

Mengapa Stigma adalah Masalah Utama?

Meskipun sebagian besar masalah kesehatan mental adalah umum dan dapat diobati, stigma atau stereotip negatif yang terkait dengan penyakit mental sering memaksa karyawan untuk tidak membicarakan masalah tersebut. Bahkan di tempat kerja yang cukup progresif, beberapa karyawan menyembunyikan masalah kesehatan mental mereka karena takut membicarakannya secara terbuka akan merusak reputasi mereka, membahayakan hubungan kerja, atau bahkan membahayakan pekerjaan mereka.

Karyawan dengan masalah kesehatan mental yang tidak diobati cenderung memiliki masalah kesehatan yang lebih serius dan mahal secara umum. Misalnya, risiko serangan jantung dan stroke dua kali lebih tinggi, dan orang dengan masalah kesehatan mental dua kali lebih mungkin terkena diabetes tipe 2. Ini semua menambah hari kerja yang terlewat dan hilangnya produktivitas yang dapat secara signifikan mempengaruhi kinerja organisasi.

BACA | Bella Hadid berbagi selfie berlinang air mata, merenungkan ‘kehancuran dan kelelahan’

Bagaimana Organisasi dapat Menghapus Stigma dari Tempat Kerja mereka

Membantu meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan di tempat kerja tidak hanya bermanfaat bagi karyawan tetapi juga bagi perusahaan dan masyarakat luas. Berikut adalah beberapa cara organisasi dapat menghilangkan stigma seputar kesehatan mental:

Kesadaran dan Diskusi Terbuka

Semakin banyak orang yang sadar akan masalah kesehatan mental dan tantangan yang dihadapi oleh orang-orang dengan masalah kesehatan mental, stigma menjadi kurang kuat. Melalui pendidikan kesehatan mental, perusahaan dapat mengurangi stigma, diskriminasi, stereotip negatif, dan ketakutan di tempat kerja. Juga, penting untuk menciptakan ruang yang aman bagi karyawan untuk berbicara tentang tantangan mereka sendiri tanpa takut “dihakimi”. Karyawan tidak perlu takut bahwa mereka akan dikecualikan jika mereka membuka diri dengan cara ini. Para pemimpin dapat mengatur nada untuk ini dengan berbagi pengalaman mereka sendiri.

Lebih Banyak Perhatian terhadap Bahasa

Ini adalah praktik umum di berbagai organisasi untuk menangani orang dengan gangguan kesehatan mental dengan kata-kata seperti “Downy”, “Menakutkan”, “Schizo”. Ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap stigmatisasi kondisi kesehatan mental. Sudah saatnya untuk mengakhiri praktik semacam itu dan mengadopsi praktik yang mengurangi prasangka, diskriminasi, dan stigma terhadap orang yang menderita masalah kesehatan mental.

Meningkatkan Akses ke Sumber Daya dan Program

Banyak organisasi menggunakan program bantuan karyawan (EAP) untuk mendukung kesehatan mental di tempat kerja. Beberapa karyawan mungkin enggan menggunakan sumber daya ini karena rasa malu dan kurangnya pemahaman, tetapi mereka bisa sangat membantu dalam menciptakan tempat kerja yang menghargai setiap individu secara setara dan tidak menciptakan diskriminasi atau stigma. Perusahaan juga dapat menyediakan akses langsung ke sumber daya kesehatan mental, aplikasi, dan bahkan profesional kesehatan mental yang dapat membuat karyawan merasa didukung dan diperhatikan.

Pelatihan Kesehatan Jiwa

Sangat penting bagi setiap perusahaan untuk mempromosikan budaya yang menghargai setiap karyawan dan memahami bahwa menderita kondisi kesehatan mental adalah hal yang normal. Pelatihan kesehatan mental untuk karyawan dapat membantu mereka mengenali tanda-tanda seseorang yang mungkin berjuang dengan tantangan kesehatan mental dan menghubungkan mereka dengan sumber daya pendukung. Melalui permainan dan aktivitas lainnya, mereka dapat menawarkan panduan tentang cara mendengarkan tanpa menghakimi, menawarkan kepastian, dan menilai risiko bunuh diri atau melukai diri sendiri.

Membuat stigma kesehatan mental menjadi bagian dari masa lalu adalah kebutuhan saat ini bagi organisasi. Hubungan manusia yang umum yang dimiliki setiap orang dengan orang lain lebih penting daripada apa yang memisahkan kita. Semua orang berjuang dengan keraguan dan kecemasan. Namun, empati sangat penting untuk melihat kesamaan itu dan membangunnya untuk menciptakan peluang dan harapan bagi semua.

TV langsung


Posted By : pengeluaran hk hari ini